“Seharusnya Fiksi”

Waspadalah terhadap Mishap
February 24, 2020
Kebanyakan orang, hanya sedikit orang
February 24, 2020
Waspadalah terhadap Mishap
February 24, 2020
Kebanyakan orang, hanya sedikit orang
February 24, 2020

Suatu saat di era Buddha, Buddha berkata kepada pemuda yang menangis meminta dia untuk melakukan ritual untuk mengirim roh ayahnya ke surga.

Sebagai jawaban, Sang Buddha berkata, “Ayahmu sudah mati. Apa yang bisa saya lakukan?”

Kata-katanya memberikan pelajaran yang besar; ketika ia masih hidup, mengapa ia tidak berusaha untuk kebaikan dan berhenti melakukan dosa? Apa yang dia habiskan saat masih di dunia? Kenapa dia sekarang butuh ritual setelah dia mati?

Orang sering menjalani kehidupan yang ceroboh, menikmati kesenangan, terpikat oleh ilusi tanpa memperhatikan ajaran Buddha yang melibatkan menjaga Lima ajaran, melakukan perbuatan baik, dan memurnikan pikiran.

Menjauh dari tindakan berdosa adalah tidak menambahkan lebih banyak karma kepada diri sendiri.

Berlatih meditasi Vipassana adalah melepaskan pikiran dari keluhan.

Untuk bebas dari siklus kelahiran, usia tua, sakit, dan kematian.

Jangan melihat kebenaran yang tak terelakkan sebagai fiksi

Karena kita yang akan menghadapi kebenaran.

Seandainya...

Suatu hari, penyakit datang, dengan itu membawa rasa sakit

Suatu hari, kehilangan orang yang dicintai datang, mati atau hidup.

Suatu hari, kesuksesan menjadi gagal.

Suatu hari, keberuntungan dan pujian menghilang.

Suatu hari, kematian membawa kita dari dunia ini.

Apapun yang kau pegang, bahkan satu koin pun, tidak bisa diambil.

Tapi.. Ini tidak seharusnya menjadi fiksi.

Ini adalah kisah nyata yang mengungkapkan ketidakkekalan segala sesuatu.

Oleh karena itu anda harus berusaha untuk berlatih Dhamma,

Untuk mendapatkan kebijaksanaan dalam menangani semua penderitaan,

Pada hari itu semua kebenaran fiksi

Menjadi kebenaran.

Master Acharavadea Wongsakon

8 Agustus 2018

Diterjemahkan oleh Nilobon Waiyaworn.

“เรื่องสมต”

ครั้งหน่งนสมัยพุทพระพุทเ้าได้ทรงตรัสกับชายหนุ่มที่ร้องไห้มาเข้าเ้าเ้าพามานีเมียีเีเีเีเมีเมีเมีเมีเมีเมีเมีเมีเมีเมีเมีเมีเ่งวิญาบิดาของเขาที่ตายแล้วแ้ไปสู่สวรค์

พระพุทองค์ทรงตรัสว่า “บิดาของเอตายไปแล้น ตถาคตะช่วยอารไดกแล้น ตตารารไดวยอารไดวยอารไรไดวารได

คำตรัสนี้ืห้ข้อคิดมากว่า ตอนมีวิตอยู่ ทำไม่ขวายทำควายทำความดดทีเลาเวลาที่บนโกีนโอนีเนีเอนีนีเอนีเอนีเอนีเอนีเนีเนีเอนีเนีเนีเนีเนโ

คนเรามักทช้ชีวิตอยู่ด้วยความประมาหลงเพลินติดสุหลงไปตามวิถีมายา

โดยไม่ห้ความสำคักับคำสอนของพระพุทเ้า อันมีการัการัการัการทำความดตาริเกิกิกิเกิกิกิกิกิกิกิกิกิกิกิกากากากิกิกากากากากาการิกิการ

การหยุดทำบาคือการไม่เพิ่มวิบากทกับตัวเอง

และการารวนา คือการปลดการปลดล่อย่าน /颜

พ้น่าการเวียนการเการเการเการเกิย

Orongue (Orongue) adalah sebuah objek wisata di

เราเราเราเองคือ้ที่ต้องเชิกับความริงนั้น

[1] Dan [1], [1]

8 สิงหาคน 2561

Discover more from The Buddhists News

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading

The Buddhist News

FREE
VIEW